NAMA :
PUTRI MARIA ULFAH
KELAS :
2DF01
PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN BISNIS
1.
HAL-HAL YANG MENYEBABKAN
PESAN-PESAN TAK TERORGANISIR
a.
Bertele-tele
b.
Memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan
c.
Menyajikan ide-ide yang tidak logis
d.
Informasi penting kadangkala tidak tercakup dalam pembahasan
1. PENTINGNYA PENGORGANISASIAN YANG BAIK
. Pengorganisasian yang balk:
• Subjek dan tujuan harus jelas.
• Semua informasi harus berhubungan dengan
subjek dan tujuan.
• Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan
dengan cara yang logis
Apa sebenarnya manfaat pengorganisasian yang
baik ?
1. Membantu audience memahami suatu pesan
2. Membantu audience menerima suatu pesan
Menghemat waktu :
apabila pesan tidak terorganisir dengan baik. Penyampaiannya akan menghabiskan
waktu audence
Mempermudah pekerjaan
komunikator
pengorganisasian pesan-pesan yang baik dapat
membantu pekerjaan komunikator, sehingga dapat selesai lebih cepat dan hemat
waktu
2. PENGORGANISASIAN
PESAN-PESAN MELALUI OUTLINE
Untuk
mencapai pengorganisasian pesan-pesan yang baik maka diperlukan suatu cara agar
pesan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi setiap penggunanya. Hal tersebut
dapat dilakukan dengan cara :
1. Mendefinisikan
dan Mengelompokkan Ide
Memutuskan
apa yang harus dikatakan adalah masalah mendasar bagi setiap komunikator yang
harus dicari pemecahannya. Jika materi memang lemah, tidak memiliki suatu
muatan yang menarik, maka akan mengaburkan fakta yang ada.
Apabila penyusunan pesan
yang panjang dan kompleks, maka outline sangat diperlukan dan menjadi penting
artinya. Hal ini karena dengan adanya outline akan sangat membantu
memvisualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.
Selain itu, outline juga membantu untuk mengkomunikasikan ide-ide dengan cara
yang lebih sistematik, efisien dan efektif. Melalui perencanaan yang baik
outline akan membantu mengekspresikan transisi antara ide-ide sehingga audiens
akan memahami pola pikir komunikator.
Susunan suatu outline
secra garis besar dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, antara lain :
a.
Memulai dengan Ide Pokok,
akan sangat membantu dalam menetapkan tujuan dan strategi umum dari suatu
pesan. Ide pokok dirangkum ke dalam dua hal yaitu : keinginan terhadap audiens
untuk melakukan dan memikirkannya, sebagai alasan yang mendasar bagi audiens
mengapa harus melakukan dan memikirkannya.
b.
Menyatakan hal-hal
pendukung yang penting, yang akan sangat berguna dalam mendukung ide-ide pokok.
c.
Membuat ilustrasi dengan
bukti-bukti, semakin banyak bukti-bukti yang dapat disajikan, maka outline yang
dibuat akan semakin baik.
2. Menentukan
Urutan dengan Rencana Organisasional
Setelah
mengelompokkan ide-ide, langlah selanjutnya adalah menentukan urutan-urutan
terhadap ide-ide tersebut aga selaras dengan rencana organisasional, melalui
dua pendekatan yaitu :
·
Pendekatan Langsung (direct
approach), sering disebut juga dengan pendekatan deduktif , dimana ide
pokok muncul paling awal, kemudian diikuti bukti-bukti pendukungnya. Biasanya
reaksi dari audiens akan positif dan menyenangkan jika menggunakan pendekatan
ini.
·
Pendekatan Tidak Langsung
(indirect approach), atau sering disebut dengan pendekatan induktif,
dimana bukti-bukti diletakan paling awal, kemudian baru diikuti dengan ide
pokok. Biasanya audiens akan merespon negatif dan tidak menyenangkan.
·
Setelah menganalisa
berbagai kemungkinan respon yang ada dari dalam diri audiens serta telah
menemukan suatu pendekatan yang terbaik, maka tahap selanjutnya adalah
menentukan jenih pesan yang akan dibuat atau disampaikan. Secara garis besar
jenis pesan yang dapat di sampaikan meliputi permintaan langsung (direct
request), pesan-pesan rutin, good news atau goodwill,
pesan-pesan bad news dan pesan-pesan persuasif.
www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.ac.id
www.library.ac.id
www.baak.gunadarma.ac.id
www.vclass.gunadarma.ac.id
www.staffsite.gunadarma.ac.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar