Kamis, 19 April 2018

LANDASAN PEMIKIRAN KOMUNIKASI BISNIS


NAMA : PUTRI MARIA ULFAH
KELAS : 2DF01

LANDASAN PEMIKIRAN KOMUNIKASI BISNIS
1.    Pengertian dan cakupan
Pendidikan bisnis mempunyai pegertian yang beragam. Ada yang memahami bahwa pendidikan bisnis hanya berorientasi pada pekerjaan kantor dan karyawan atau yang berhubungan dengan manejemen kantor. Seiring berjalannya waktu dan tuntutan masyarakat , pendidikan bisnis tidak cukup tanpa pendidikan ekonomi. Di abad 20 ini bisnis menjadi menjadi masalah yang sangat kompleks dan menjadi masalah global, ini karena kemajuan teknologi dan informasi yang pesat. Oleh sebab itu komunikasi yang efektif sangat diperlukan.
Berikut beberapa kajian-kajian yang relevan dengan pendidikan bisnis dan komunikasi :
  1. Kajian kegiatan bisnis dengan perspektif komunikasi, bagaimana sudut pandang komunikasi menerangkan gejala bisnis.
  2. Kajian kegiatan komunikasi dari perspektif bisnis, bagaimana sudut pandang bisnis menerangkan komunikasi.
  3. Kajian tentang faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi bisnis dan komunikasi.

2.    Bisnis dalam pandangan komunikasi.
Tentunya kedua hal ini sangat mebutuhkan. Dalam dunia bisnis tentu sebagai produsen akan terus menghasilkan produk-produk yang bisa diterima dan dibutuhkan masyratkat dengan segala persaingan yang ada. Untuk sampai kepada konsumen atau pasar, tentu diperlukan komunikasi yang efektif. Seperti melalui kegiatan promosi, dimana promosi yang dilakuakan oleh seorang public relation harus dilakuakan dengan asas-asas komunikasi yang baik, bagaimana pesan itu bisa tersampaikan dengan baik kepada konsumen dan yang pasti diperlukan keterampilan.
3.     Pemasaran dan komunikasi
Pemasaran adalah proses sosial antara individu dan kelompok dimana keduanya mampu mendapatkan apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui mempertukaran produk dan nilai dengan individu / kelompok lainnya.
Keberhasilan suatu pemasaran ditemtukan oleh respon konsumen atas produk dan nilai yang ditawarkan. Olehsebab itu diperlukan keterampilan komunikasi yang baik.
4.    Difusi dan inovasi
Difusi dan inovasi merupakan problem struktural dalam penerimaan dan penyebarluasan ide yang bergantung pada sifat dan karakteristik masyarakat. Inovasi adalah segala ide,cara dan objek yang dianggap baru oleh seseorang. Suatu inovasi terbagi atas dua komponen yaitu komponen ide yang merupakan keputusan simbolik dan komponen objek yang memerlukan tindakan. Suatu inovasi dapat diterima atau tidak tergantung atas :
  1. Keuntungan relatif
  2. Keserasian
  3. Kerumitan
  4. Dapt dicobakan
  5. Dapat dilihat

Tahap penerimaan inovasi dibagai menjadi beberapa tingkatan yaitu :
  1. Innovator : Kelompok yang memiliki sifat menyukai barang baru.
  2. Early Adopter : Kelompok yag memiliki otoritas baik personal ataupu formal. Mereka mempunyai peran sebagai opinion leader.
  3. Legards : kelompok yang paling belakangan menerima inovasi.

4.    Umpan balik dan bentuk-bentuknya.
Kegiatan komunikasi merupakan kegiatasn pengiriman dan penerimaan suatu pesan, pleh sebab itu pasti kita mengenal yang namanya repon atau umpan balik (feedback) atas pesan atau dalam bisnis, produk yang disampaikan. Umpan balik dapat berupa tulisan, laporan, sikap, pertanyaan. Umpan balik yang baik sebaiknya harus jujur, jelas dan khusus, deskriptif, bukan penilaian, objektif, dan memperhatikan timming. Umpan balik ini diperlukan agar bisa memperbaiki kesalahan atau dalam manajemen bawahan bisa tahu apa yang diingini pimpinan dan sebaliknya.
Bentuk-bentuk umpan balik antara lain :
  1. External feedback : umpan balik langsung diterima komunikator dari komunikan
  2. Internal feedback : Umpan bukan dari komunikan melainkan dari komunikator itu sendiri.
  3. Direct feedback : umpan balik langsung dimana komunikan menggerakan anggota badannya.
  4. Indirect : dalam bentuk surat kabar , penyiar radio,  dll. Dan membutuhkan waktu
  5. Inferential feedback : upmpan yang diterima dalam komunikasi massa yang disimpulkan sendiri oleh komunikator.
  6. Zero feedback : yaitu saat umpan disampaikan oleh komunikator ke komunikan dan saat komunikan memberikan umpan balik komunikator tidak paham.
  7. Neutral feedback : yaitu informasi yang diterima kembali oleh komunikator tidak relevan dengan pesan semula.
  8. Positif feedback : saat umpan balik mendapat tanggapan positif dari komunikan.
  9. Negative feedback : saat komunikasi yang disampaikan oleh komunikator mendapat tantangan dari komunikan.

SUMBER : https://mynameisridwan.wordpress.com/2015/06/02/keuntungan-menjadi-motivator-komunikasi-dunia-bisnis-proses-komunikasi-dalam-perusahaan-landasan-pemikiran-komunikasi-bisnis-minggu-ke-7-8-dan-9/



www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.ac.id
www.library.ac.id
www.baak.gunadarma.ac.id
www.vclass.gunadarma.ac.id
www.staffsite.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar