Nama : Putri Maria Ulfah
Npm : 58216242
Kelas : 2df01
Latar Belakang dan Peranan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
Nama Kelompok :
1. Azizah Farhanah
2. Eva Karlina
3. Mita Puspitasari
4. Putri Maria Ulfa
5. Tiara Setianti
Latar Belakang Penyelenggaraan Komunikasi dengan Pasar
Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan berkomunikasi kita dapat melakukan hal apa saja termasuk berbisnis. Pada dasarnya komunikasi terbagi menjadi dua macam yaitu komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Dalam dunia bisnis komunikasi yang digunakan pun sama yaitu komunikasi verbal dan non verbal. Walaupun bentuk komunikasinya berbeda tapi tujuannya tetap sama yaitu untuk penyampaian dan pengiriman pesan.
Dalam lingkungan bisnis, ada aneka sarana komunikasi perdagangan yang dapat dipergunakan para pengusaha untuk berkomunikasi dengan masyarakat konsumen. Sarana-sarana komunikasi perdagangan yang tersedia antara lain adalah dalam wujud pengiriman surat, pengiriman kawat, percakapan telepon, kunjungan pribadi, dan lain-lain.
Untuk berkomunikasi dalam suatu daerah pemasaran yang sangat luas, dimana calon konsumen kita jumlahnya beribu-ribu bahkan mungkin mencapai jutaan atau puluhan juta orang, kita memerlukan sarana komunikasi pemasarn khusus seperti periklanan. Karena periklanan dalam rangkaian usaha yang dilakukan setiap pengusaha yang merupakan suatu alat pemasaran yang bidang geraknya justru terletak dalam bidang komunikasi massa.
Konsep Komunikasi dalam penyelenggaraan bisnis
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Yunani commune (percakapan atau pergaulan) dan communion (bersama). Menurut KBBI istilah komunikasi mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.
Pada dasarnya defenisi komunikasi harus dilihat dari kemanfaatannya untuk menjelaskan permasalahan yang di defenisikan.
Defenisi komunikasi menurut beberapa ahli antara lain :
• Hovland, anis, dan Kelley (Forsdale, 1981), komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain.
• Louis Forsdale (1981), ahli komunikasi dan pendidikan, komunikasi adalah suatu proses memberikan sinyal menurut aturan tertentu sehingga dengan cara ini system dapat didirikan, dipelihara, dan diubah.
• Menurut Brent D. Ruben (1988), komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi, serta dalam masyarakat menciptakan dan mengirimkan maupun menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain.
• Menurut William J. Seller (1988), Komunikasi adalah proses yang mana symbol verbal dan nonverbal dikirimkan dan diterima serta diberi arti.
Peran Komunikasi dalam Bisnis
a. Mengatur Interaksi
b. Melengkapi Informasi
c. Mengekspresikan perasaan atau emosi
d. Memperlihatkan kendali
e. Menyajikan citra
f. Memecahkan Persoalan
g. Menumbuhkan Kepercayaan Diri
h. Meyakinkan
i. Mempelajari Dunia Sekitar
Tujuan Komunikasi bisnis
Tujuan komunikasi bisnis dapat digolongkan menjadi tiga yaitu;
1. Menginformasikan ( Informing)
Komunikasi bertujuan memberikan Informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis bagi pihak lain , seperti pimpinan perusahaan ingin mendapatkan pegawai baru yang kompeten maka ia akan memasang sebuah iklan melalui media baik cetak maupun elektronik.
2. Melakukan Persuasi (persuasion)
Komunikasi ini bertujuan untuk memberikan persuasi kepada pihak lain agar sesuatu yang disampaikan dapat dipahami dengan baik, terutama dalam hal hubungan dengan penegasan konfirmasi pemesanan pelanggan atau negosiasi agar setiap pihak mendapatkan manfaat dan tidak ada yang merasa dirugikan.
3. Kolaborasi (Collaborating)
Komunikasi ini bertujuan melakukan kolaborasi (kerjasama) bisnis dengan pihak lain. Bila komunikasi bisnis baik maka aktivitas bisnis dapat berjalan dengan baik pula.
Komponen Komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar komunikasi dapat berlangsung baik. Menurut Laswell komponen komunikasi adalah :
• Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
• Pesan (message) adalah isi atau tujuan yang akan disampaikan oleh salah satu pihak kepada pihak lain.
• Channel (saluran) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam komunikasi antar pribadi (tatap muka) dapat saluran udara yang mengalir nada getaran / suara.
• Receiver atau penerima (Komunikate) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain.
• Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan pada isi pesan yang disampaikannya.
----------------------
Contoh video cara beretika dalam berkomunikasi
https://m.youtube.com/watch?v=4pIY32hgBM8
Selasa, 05 Juni 2018
Kamis, 19 April 2018
REVISI PESAN-PESAN BISNIS
NAMA :
PUTRI MARIA ULFAH
KELAS :
2DF01
REVISI PESAN-PESAN BISNIS
1. Ketrampilan
Merevisi Pesan
Menulis pesan-pesan bisnis sangatlah berbeda dan tidak semudah
menulis pesan– pesan yang bersifat pribadi (personal), seperti penulisan surat
kepada orang tua, saudara, atau teman akrab.
Maka dari itu dalam menulis surat-surat bisnis yang baik
diperlukan proses pemikiran dan tenaga dan waktu yang cukup. Akan berbahaya
apabila penyampaian pesan – pesan bisnis cenderung dilakukan secara
asal-asalan atau ceroboh, baik dalam sisi substansi isi pesan mupun format
penulisan.
Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, pesan-pesan bisnis
mencakup pesan-pesan bisnis tertulis dan pesan-pesan bisnis yang disampaikan
secara lisan.
1. Pesan –
pesan Bisnis Tertulis.
A. Mengedit isi dan cara pengorganisasiannya
Pada face awal pengeditan, perlu perhatian secara seksama
terutama pada pesan-pesan awal dan akhir, karena pesan – pesan tersebut
mempunyai pengruh besar terhadap audiens. Perhatikan bahwa pembuka surat atau
memo haruslah relevan, menarik, dan memberikan reaksi pada pembacanya. Untuk
pesan-pesan yang lebih panjang, beberapa paragraf pertama mencakup subjek,
maksud, dan organisasi bahan.
B. Mengedit mekanik atau teknis penulisan
Setelah melakukan pengeditan isi, pengorganisasian, dan gaya
penulisannya, langkah berikutnya adalah melakukan pengeditan dari sudut mekanik
atau teknis penulisan suatu pesan – pesan bisnis yang mencakup antara lain:
1) Susunan kalimat yang digunakan, apakah sudah sesuai dengan
kaidah kebahasaan yang ada, sehingga mudah dipahami dengan baik.
2) Penggunaan kapitalisasi secara tepat (perhatikan kata-kata
yang harus ditulis dengan huruf kapital).
3) Penulisan tanda baca secara benar (perhatikan penggunaan
tanda baca koma, titik, titik koma, tanda tanya, dan tanda seru).
4) Perhatikan makna keutuhan suatu kalimat, sehingga makna suatu
kalimat dapat dipahami dengan mudah.
5) Perhatikan pengulangan kata yang tidak tepat dalam suatu
kalimat. Hal ini dapat menghilangkan makna suatu pesan – pesan bisnis yng telah
disampaikan.
C. Mengedit format dan layout
Langkah terakhir dalam mengedit suatu pesan bisnis adalahmengedit
format atau layout secara keseluruhan. Di samping melakukan penelaahan terhadap
tata bahasa, ejaan, kesalahan – kesalahan tulis, dan tanda baca, format
penulisannya juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Jika format penulisannya
menarik, di tata rapi, bersih, tidak penuh coretan, dan kertas yang digunakan
berkualitas baik, audiens anda akan senang membacanya.
2. Pesan –
pesan bisnis lisan
Sebagaimana pesan – pesan bisnis yang disampaikan secara
tertulis, pesan– pesan bisnis yang disampaikan secara lisan pun memerlukan
pengecekan ulang, perbaikan atau pengeditan (editing) seperlunya, sehingga
suatu pesan bisnis dapat dipahami audiens dengan baik. Perlu dilakukan kegiatan
pengeditan yang mencakup antara lain:
a. Substansi pesan
Mengedit substansi pesan yang akan disampaikan kepada audiens
b. Pengorganisasian pesan
Mencakup 3 poin penting, yaitu:
1) Pembuka (misalnya, salam pembuka,
perkenalan diri)
2) Penyampaian substansi pesan (misalnya,
pengntar pesan dilanjutkan dengan substansi pesan.
3) Penutup (misalnya: kesimpulan, saran,
rekomendasi, implikasi).
c. Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang digunakan dalam penyajian pesan – pesan bisnis
secara lisan lebih menarik dan dinamis daripada yang berbentuk tertulis karena
cara penyampaiannya yang lebih santai, luwes, dan tidak monoton.
2. Pemilihan Kata Yang Tepat
Pemilihan kata dalam penyampaian pesan – pesan bisnis kepada
audiens sangat penting. Penggunaan kata asing yang sukar dimengerti adalah
pemborosan. Agar suatu komunikasi dapat tercapai maksudnya, perlu diperhatikan
hal-hal berikut:
1. Pilihlah
kata yang sudah familiar
Diperlukan suatu analisis audiens, terutama untuk mengetahui
latar belakang pendidikan dan pengalaman audiens. Pemahaman yang baik terhadap
audiens akan memberikan pengaruh yang baik bagi proses penyampaian pesan –
pesan bisnis.
2. Pilihlah
kata-kata yang singkat
Kata-kata yang singkat selain efisien, juga mudah dipahami oleh
audiens. Tetapi kita juga harus memperhatian kaidah penulisan bahasa yang baik
dan benar.
3. Hindari
kata-kata yang bermakna ganda
Penggunaan kata-kata tersebut akan mengakibatkan penafsiran yang
bermacam – macam. Hal ini dapat mengakibatkan tidak tercapainya maksud dari
pesan-pesan bisnis.
3. Membuat Kalimat Yang Efektif
Dalam menyusun suatu kalimat perlu diperhatikan 3 hal, yaitu
kesatuan pikiran, kesatuan susunan, dan kelogisan. Diketahui bahwa dalam setiap
kalimat paling tidak terdiri atas subjek dan predikat. Subjek dalam predikat
akan menjawab “siapa” atau “apa” yang dilakukan oleh kata kerja dan merupakan
topik suatu bahasan atau sesuatu yang sedang dikatakan dan biasanya berupa kata
benda.
1. Tiga
jenis kalimat
a) Kalimat Sederhana
Suatu kalimat sederhana hanya memiliki sebuah subjek dan
predikat. Namun tidak menutup kemungkinan suatu kalimat dilengkapi dengan objek
baik langsung maupun tidak langsung.
b) Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk berisi dua atau lebih klausa independen dan
tidak mempunyai klausa dependen. Klausa independen merupakan lausa yang dapat
berdiri sendiri atau mempunyai pengertian yang utuh, sedangkan klausa dependen
adalah klausa yang tidak dapat berdiri sendiri sehingga tidak memiliki klausa
yang utuh.
c) Kalimat kompleks
Kalimat kompleks berisi sebuah klausa independen dan satu atau
lebih klausa dependen sebagai anak kalimat.
2. Cara
mengembangkan paragraf
Ada dua pendekatan untuk mengembangkan suatu paragraf,
pendekatan induktif dan pendekatan deduktif. Pendekatan induktif dimulai dengan
berbagai alasan terlebih dahulu baru dibuat kesimpulan, sedangkan deduktif
dimulai dari kesimpulan, baru diikuti dengan alasan-alasannya. Cara-cara
mengembangkan paragraf:
a). Ilustrasi
Untuk mengembangkan suatu paragraf dapat digunakan suatu
ilustrasi yang dapat memberikan gambaran terhadap ide atau gagasan umum.
b). Perbandingan (Persamaan & Perbedaan)
Anda dapat mengembangkan paragraf dengan cara membandingkan
persamaan maupun perbedaan terhadap suatu pemikiran dengan pemikiran yang lain.
c). Pembahasan Sebab-Akibat
Agar dapat memberikan arah yang jelas terhadap suatu pokok
bahasan tertentu.
d). Klasifikasi
Untuk mempermudah pemahaman paragraf bagi pengirim pesan dan penerima
pesan. Selain itu agar suatu topik bahasan menjadi lebih terarah atau terfokus.
e). Pembahasan Pemecahan Masalah
Untuk memberikan latihan analitis yang sangat diperlukan bagi
seseorang dalam pengambilan keputusan-keputusan penting bagi suatu organisasi
Paragraf hendaknya jangan terlalu singkat namun juga jangan
terlalu panjang. Yang penting, suatu paragraf harus merupakan kesatuan ide atau
gagasan yang utuh, menggunakan kata-kata transisi, kata ganti, atau kata kunci
sebagai penghubung antara kalimat yang satu dengan yang lainnya, dan jelas.
4. Menulis Ulang Pesan
Ernest Hemingway pernah menyatakan bahwa “tidak ada yang disebut
menulis yang ada hanya menulis ulang” Pada kenyataannya, pelaku bisnis banyak
melakukan kesalahan berikut:
1. Hanya
memindahkan kata-kata dan tidak benar-beanr memperbaikinya
2. Tidak
melakukan penulisan ulang karena dianggap membuang waktu
3. Mengirim
dokumen pada saat-saat terakhir dibutuhkan.
Setelah penulisan ulang dilakukan dengan baik dokumen bisnis
kemungkinan akan menjadi berjumlah separuh dari rencana semula. Dokumen menjadi
lebih ringkas, mantap dan kuat.
Memproduksi
Pesan
Setelah puas memproduksi pesan, organisasi, gaya , kemudahan
dibaca, pilihan kata, pengembangan paragraf dan menulis ulang pesan, proses
pembuatan pesan belum selesai. Draft ditulis ulang dengan baik atau diketik
secara manual atau elektronis.
Pada masa sekarang ini, sebagian besar dokukmen bisnis
dipsroduksi menggunakan computer. Berbagai aplikasi bias dipergunakanuntuk
membuat desain agar pesan lebih menarik. Misalnya Ms. Word, desktop publishing,
photoshop, dan lain-lain.
SUMBER :
s
www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.ac.id
www.library.ac.id
www.baak.gunadarma.ac.id
www.vclass.gunadarma.ac.id
www.staffsite.gunadarma.ac.id
PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN BISNIS
NAMA :
PUTRI MARIA ULFAH
KELAS :
2DF01
PENGORGANISASIAN PESAN-PESAN BISNIS
1.
HAL-HAL YANG MENYEBABKAN
PESAN-PESAN TAK TERORGANISIR
a.
Bertele-tele
b.
Memasukkan bahan-bahan yang tidak relevan
c.
Menyajikan ide-ide yang tidak logis
d.
Informasi penting kadangkala tidak tercakup dalam pembahasan
1. PENTINGNYA PENGORGANISASIAN YANG BAIK
. Pengorganisasian yang balk:
• Subjek dan tujuan harus jelas.
• Semua informasi harus berhubungan dengan
subjek dan tujuan.
• Ide-ide harus dikelompokkan dan disajikan
dengan cara yang logis
Apa sebenarnya manfaat pengorganisasian yang
baik ?
1. Membantu audience memahami suatu pesan
2. Membantu audience menerima suatu pesan
Menghemat waktu :
apabila pesan tidak terorganisir dengan baik. Penyampaiannya akan menghabiskan
waktu audence
Mempermudah pekerjaan
komunikator
pengorganisasian pesan-pesan yang baik dapat
membantu pekerjaan komunikator, sehingga dapat selesai lebih cepat dan hemat
waktu
2. PENGORGANISASIAN
PESAN-PESAN MELALUI OUTLINE
Untuk
mencapai pengorganisasian pesan-pesan yang baik maka diperlukan suatu cara agar
pesan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi setiap penggunanya. Hal tersebut
dapat dilakukan dengan cara :
1. Mendefinisikan
dan Mengelompokkan Ide
Memutuskan
apa yang harus dikatakan adalah masalah mendasar bagi setiap komunikator yang
harus dicari pemecahannya. Jika materi memang lemah, tidak memiliki suatu
muatan yang menarik, maka akan mengaburkan fakta yang ada.
Apabila penyusunan pesan
yang panjang dan kompleks, maka outline sangat diperlukan dan menjadi penting
artinya. Hal ini karena dengan adanya outline akan sangat membantu
memvisualisasikan hubungan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain.
Selain itu, outline juga membantu untuk mengkomunikasikan ide-ide dengan cara
yang lebih sistematik, efisien dan efektif. Melalui perencanaan yang baik
outline akan membantu mengekspresikan transisi antara ide-ide sehingga audiens
akan memahami pola pikir komunikator.
Susunan suatu outline
secra garis besar dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, antara lain :
a.
Memulai dengan Ide Pokok,
akan sangat membantu dalam menetapkan tujuan dan strategi umum dari suatu
pesan. Ide pokok dirangkum ke dalam dua hal yaitu : keinginan terhadap audiens
untuk melakukan dan memikirkannya, sebagai alasan yang mendasar bagi audiens
mengapa harus melakukan dan memikirkannya.
b.
Menyatakan hal-hal
pendukung yang penting, yang akan sangat berguna dalam mendukung ide-ide pokok.
c.
Membuat ilustrasi dengan
bukti-bukti, semakin banyak bukti-bukti yang dapat disajikan, maka outline yang
dibuat akan semakin baik.
2. Menentukan
Urutan dengan Rencana Organisasional
Setelah
mengelompokkan ide-ide, langlah selanjutnya adalah menentukan urutan-urutan
terhadap ide-ide tersebut aga selaras dengan rencana organisasional, melalui
dua pendekatan yaitu :
·
Pendekatan Langsung (direct
approach), sering disebut juga dengan pendekatan deduktif , dimana ide
pokok muncul paling awal, kemudian diikuti bukti-bukti pendukungnya. Biasanya
reaksi dari audiens akan positif dan menyenangkan jika menggunakan pendekatan
ini.
·
Pendekatan Tidak Langsung
(indirect approach), atau sering disebut dengan pendekatan induktif,
dimana bukti-bukti diletakan paling awal, kemudian baru diikuti dengan ide
pokok. Biasanya audiens akan merespon negatif dan tidak menyenangkan.
·
Setelah menganalisa
berbagai kemungkinan respon yang ada dari dalam diri audiens serta telah
menemukan suatu pendekatan yang terbaik, maka tahap selanjutnya adalah
menentukan jenih pesan yang akan dibuat atau disampaikan. Secara garis besar
jenis pesan yang dapat di sampaikan meliputi permintaan langsung (direct
request), pesan-pesan rutin, good news atau goodwill,
pesan-pesan bad news dan pesan-pesan persuasif.
www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.ac.id
www.library.ac.id
www.baak.gunadarma.ac.id
www.vclass.gunadarma.ac.id
www.staffsite.gunadarma.ac.id
PERENCANAAN PESAN-PESAN BISNIS
NAMA :
PUTRI MARIA ULFAH
KELAS :
2DF01
PERENCANAAN PESAN-PESAN BISNIS
Perencanaan pesan, merupakan suatu
langkah strategis bagi pencapaian tujuan organisasi secara menyeluruh dan
merupakan salah satu factor penentu keberhasilan komunikasi. Pesan–pesan bisnis
yang terencana dengan baik akan mempermudah pencapaian tujuan komunikasi.
Dalam ringkasan materi ini, akan dibahas proses komposisi,
penentuan tujuan, analisis audience, penentuan ide pokok dan seleksi saluran
dan media komunikasi.
A. PEMAHAMAN PROSES
KOMPOSISI
Proses komposisi (composition
process) penyusunan pesan-pesan bisnis dapat di analogikan dengan proses
penciptaan lagu seperti yang dilakukan oleh seorang composer. Dia harus
merencanakan lagu apa yang aka bibuat untuk mengiringi lagu tersebut. Kemudian mereka
harus melakukan latihan dan uji ulang atau revisi-revisi yang diperlukan,
sehingga lagu yang diciptakan mempunyai mutu yang bagus, enak didengar dan
mudah dicerna oleh para pengemarnya.
Penyusunan pesan-pesan bisnis meliputi tiga tahap, yaitu :
a) Pencanaan
Dalam fase perencanaan (planning phase), dipikirkan hal-hal
cukup mendasar, seperti yang akan menerima pesan, ide pokok (main idea)
pesan-pesan yang akan disampaikan dan saluran atau media yang digunakan untuk
menyampaikan pesan.
b) Komposisi
Komposisi erat kaitannya dengan penyusunan atau pengaturan
kata-kata, kalimat dan paragraph. Hal ini mengunakan kata-kata yang sederhana,
mudah dipahami, dimengerti dan dilaksanakan oleh si penerima.
c) Revisi
Setelah ide dituangkan dalam kata-kata, kalimat, dan
paragraph, perhatikan apakah kata-kata tersebut telah diekspresikan dengan
benar. Seluruh maksud dan isi pesan harus ditelah kembali, apakah sesuai dengan
apa yang direncanakan sebelumnya atau tidak.
B. PENENTUAN TUJUAN
Dalam merencanakan suatu pesan bisnis
hal yang pertama dilakukan adalah memikirkan maksuda atau tujuan komunikasi.
Untuk dapat melakukan dan menjaga goodwill di hadapan audience, maka hal
pertama-tama ia harus menentukan tujuan yang jelas dan dapat diukur, sesuai
dengan tujuan organisasi.
1. Mengapa tujuan itu harus jelas.
Dengan tujuan yang jelas maka akan
membantu pengambilan beberapa keputusan diantaranya sebagai berikut :
a) Keputusan untuk meneruskan pesan .
Sebelum menyampaikan suatu pesan,
tanyakan pada diri sendiri sendiri, apakah pesan yang akan disampaikan benar-benar
diperlukan atau tidak?
b) Keputusan untuk menenggapi audience
Untuk memutuskan cara terbaik
menanggapi audience, komunikator perlu mempertimbangkan motif-motif mereka.
Mengapa mereka memperhatikan inti pesan yang disampaikan? Apakah mereka
mengharapkan keuntungan? Apakah harapan mereka sesuai dengan harapan komunikator?
Tanpa mengetahui tanpa mengetahui motif audiencenya, komunikator tidak dapat
menanggapi mereka dengan baik.
c) Keputusan untuk memutuskan isi
Menetapkan tujuan yang jelas akan
membantu memusatkan isi pesan. Komunikator seharusnya hanya memasukkan informasi
yang penting, yang relevan dengan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Informasi yang tidak relevan harus di singkirkan jauh-jauh.
d) Keputusan untuk menetapkan saluran atau media
Penentuan saluran atau media yang
akan digunakan untuk menyampaikan suatu pesan, sangat tergantung pada tujuan
yang dikehendaki. Saluran komunikasi yang akan digunakan dapat berupa lisan
atau tulisan.
2. Tujuan komunikasi bisnis
Secara umum, ada tiga tujuan
komunikasi bisnis yaitu :
a. Memberi informasi (informing)
b. Persuasi (persuading)
c. Kolaborasi (collaborating) dengan audience.
3. Cara Menguji Tujuan
Ada empat pertanyaan dalam menguji
tujuan yang tela ditentukan yaitu :
a) Apakah tujuan tersebut realistis?
b) Apakah waktunya tepat?
c) Apakah orang yang mengirimkan pesan sudah tepat?
d) Apakah tujuannya dapat diterima oleh perusahaan
C. ANALISIS AUDIENCE
Setelah komunikasi tersebut telah
memiliki maksud dan tujuan yang jelas, langkah selanjutnya adalah memperhatikan
audience yang akan dihadapi. Siapa mereka, bagaimana sikap mereka dan apa yang
mereka ketahui?
1) Cara mengembangkan profil audience
a. Berapa jumlah dan bagaimana komposisi audience?
Audience dalam jumlah besar tentu
saja akan menunjukan prilaku yang berbeda dengan audience yang berjumlah
sedikit sehingga untuk mengadapi diperlukan teknik komunikasi yang berbeda
pula. Bentuk dan format penulisan materi yang akan disampaikan juga ditentukan
oleh jumlah audience.
b. Siapa audience
Bila audience yang dituju lebih dari
satu orang komunikator perlu mengidentifikasi siapa diantara mereka yang
memegang posisi kunci/posisi yang penting, seperti mereka yang memiliki status
organisasional tinggi.
c. Reaksi audience
Setelah mengetahui siapa yang menjadi
audience, perlu diketahui komposisi audience adalah orang-orang yang tidak suka
berdebat atau kurang kritis,
d. Bagaimana tingkat pemahaman audience?
Ketika menyampaikan pesan-pesan,
latar belakang audience seperti tingkat pendidikan, usia, dan pengalaman juga
perlu diperhatikan. Jika komunikator dan audience memiliki latar belakang yang
jauh berbeda, perlu diputuskan terlebih dahulu seberapa jauh audience tersebut
dididik.
e. Bagaimana hubungan komunikator dengan audience?
Jika komunikator adalah orang yang
belum dikenal oleh audience, audience harus dapat diyakinkan sebelum presentasi
disampaikan. Komunikator dengan penampilan yang meyakinkan akan membuat
audience termotivasi untuk mendengarkan dan menyimak pembicaraannya, sehingga
pesan dapat tersampaikan dengan baik.
2) Cara memuaskan kebutuhan informasi audience.
Salah satu kunci dari komunikasi yang
efektif adalah mengetahui kebutuhan informasi audience dan selajuntnya berusaha
memenuhi kebutuhan tersebut.
Ada lima tahap yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan
audience yaitu :
a. Temukan/cari yang diinginkan oleh audience
b. Antisipasi terhadap pertanyaan yang tak diungkapkan
c. Berikan semua informasi yang diperlukan
d. Yakinkan bahwa informasinya akurat
e. Tekankan ide-ide yang paling menarik bagi audience.
3) Cara memuaskan kebutuhan motivasional audience
Beberapa jenis pesan bertujuan
memotivasi audience untuk mau mengubah prilaku mereka. Tetapi, pemberian
motivasi ini seringkali mengalami hambatan/ kendala. Hal ini disebabkan oleh
adanya kecenderungan dari audience untuk tidak mau mengubah sesuatu yang ada
dengan hal yang lebih baru. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut perlu
melakukan pendekatan dengan memberikan argumentasi yang bersifat rasional dan
pendekatan emosi audience.
D. PENENTUAN IDE POKOK
Setelah menganalisis tujuan dan
audience, langkah selanjutnya adalah menentukan cara untuk mencapai tujuan
tersebut. Topik dan ide pokok merupakan dua htal yang berbeda. Topik adalah
subjek pesan yang luas. Sedangkan ide adalah pokok adalah pernyataan tentang
suatu topik, yang menjelaskan isi dan tujuan dari topik tersebut sehingga dapat
diterima oleh audience.
Sebelum menentukan ide pokok terlebih dahulu yang harus
diidentisikasi adalah :
1. Teknik Brainstorming.
a) Storyteller’s tour
Hidupkan tape recorder dan telaah
pesan-pesan yang disampaikan. Fokuskan pada alasan berkomunikasi, poin utama,
rasionalitas dan implikasi bagi sipenerima.
b) Random list
Tulis segala sesuatu yang ada dalam
pikiran diatas kertas kosong. Selanjutnya pelajari hubungan antara ide-ide
tersebut.
c) CFR (Conclusions, findings, recommendations¬¬¬) Worksheet.
Jika subjek yang dibahas mencekup
pemecahan masalah, gunakanlah suatu worksheet yang akan membantu menjelaskan
hubungan antara temuan (findings), kesimpulan (conclusions) dan rekomendasi
(recommendation) yang akan di berikan.
d) Journalistic Approach
Pendekatan jurnalistik memberika poin
yang baik sebagai langkah awal menentukan ide pokok.
e) Question And Answer Chain
Barangkali pendekatan yang terbaik
adalah melihat dari sisi perspektif audience.
f) Pembatasan cakupan
penyajian rutin kepada audience yang
telah Anda kenal hendaknya menggunakan kata-kata yang singkat. Cara ini dapat
membangkitkan rasa hormat audience kepada komunikator, sedangkan penyampaian
pesan yang kompleks dan controversial akan memakan waktu yang lebih lam,
terutama jika audience yang hadir terdiri atas orang-orang yang spektial, atau
orang-orang yang tidak dikenal sebulumnya.
E. SELEKSI SALURAN DAN
MEDIA
Pesan-pesan bisnis harus sesuai
dengan situasi yang ada. Ide-ide dapat disampaikan melalui dua saluran yaitu
saluran lisan dan tulisan. Pilihan mendasar berbicara dan menulis tergantung
pada tujuan dan maksud pesan audience dan karakteristik dari dua saluran
komunikasi tersebut.
a. Komunikasi Lisan
Salah satu kebaikan dari komunikasi
lisan adalah kemampuanya memberikan umpan balik dengan segera. Saluran
digunakan bila pesan yang disampaihakan sederhana, tidak diperlukan catatan
permanent dan audience dapat dibuat lebih nyaman. Kelebihan yang lain yaitu
sifatnya yang ekonomis.
Komunikasi lisan mencakup antara lain percakapan antara dua
orang yang tidak terencan, pembicaran lewat telepon, wawancaram pertemuan
kelompok kecil, seminar, workshop, program pelatihan, pidato formal dan
prentasi penting lainnya
b. Komunikasi Tertulis
Pesan-pesan tertulis dapat
disampaikan melalui berbagai macam bentuk seperti surat, memo, dan laporan.
Salah satu kebaikan dari komunikasi tertulis yaitu penulis mempunyai kesempatan
untuk merencanakan dan mengendalikan pesan-pesan mereka.
www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.ac.id
www.library.ac.id
www.baak.gunadarma.ac.id
www.vclass.gunadarma.ac.id
www.staffsite.gunadarma.ac.id
LANDASAN PEMIKIRAN KOMUNIKASI BISNIS
NAMA :
PUTRI MARIA ULFAH
KELAS :
2DF01
LANDASAN PEMIKIRAN
KOMUNIKASI BISNIS
1.
Pengertian dan cakupan
Pendidikan bisnis mempunyai pegertian yang
beragam. Ada yang memahami bahwa pendidikan bisnis hanya berorientasi pada
pekerjaan kantor dan karyawan atau yang berhubungan dengan manejemen kantor.
Seiring berjalannya waktu dan tuntutan masyarakat , pendidikan bisnis tidak
cukup tanpa pendidikan ekonomi. Di abad 20 ini bisnis menjadi menjadi masalah
yang sangat kompleks dan menjadi masalah global, ini karena kemajuan teknologi
dan informasi yang pesat. Oleh sebab itu komunikasi yang efektif sangat
diperlukan.
Berikut beberapa kajian-kajian yang relevan dengan pendidikan
bisnis dan komunikasi :
- Kajian kegiatan bisnis
dengan perspektif komunikasi, bagaimana sudut pandang komunikasi
menerangkan gejala bisnis.
- Kajian kegiatan komunikasi
dari perspektif bisnis, bagaimana sudut pandang bisnis menerangkan
komunikasi.
- Kajian tentang faktor-faktor
eksternal yang mempengaruhi bisnis dan komunikasi.
2.
Bisnis dalam pandangan komunikasi.
Tentunya kedua hal ini sangat mebutuhkan.
Dalam dunia bisnis tentu sebagai produsen akan terus menghasilkan produk-produk
yang bisa diterima dan dibutuhkan masyratkat dengan segala persaingan yang ada.
Untuk sampai kepada konsumen atau pasar, tentu diperlukan komunikasi yang
efektif. Seperti melalui kegiatan promosi, dimana promosi yang dilakuakan oleh
seorang public relation harus dilakuakan dengan asas-asas komunikasi yang baik,
bagaimana pesan itu bisa tersampaikan dengan baik kepada konsumen dan yang
pasti diperlukan keterampilan.
3.
Pemasaran
dan komunikasi
Pemasaran adalah proses sosial antara individu
dan kelompok dimana keduanya mampu mendapatkan apa yang dibutuhkan dan
diinginkan melalui mempertukaran produk dan nilai dengan individu / kelompok
lainnya.
Keberhasilan suatu pemasaran ditemtukan oleh respon konsumen
atas produk dan nilai yang ditawarkan. Olehsebab itu diperlukan keterampilan
komunikasi yang baik.
4.
Difusi dan inovasi
Difusi dan inovasi merupakan problem
struktural dalam penerimaan dan penyebarluasan ide yang bergantung pada sifat
dan karakteristik masyarakat. Inovasi adalah segala ide,cara dan objek yang
dianggap baru oleh seseorang. Suatu inovasi terbagi atas dua komponen yaitu
komponen ide yang merupakan keputusan simbolik dan komponen objek yang
memerlukan tindakan. Suatu inovasi dapat diterima atau tidak tergantung atas :
- Keuntungan relatif
- Keserasian
- Kerumitan
- Dapt dicobakan
- Dapat dilihat
Tahap penerimaan inovasi dibagai menjadi beberapa tingkatan
yaitu :
- Innovator : Kelompok yang
memiliki sifat menyukai barang baru.
- Early Adopter : Kelompok yag
memiliki otoritas baik personal ataupu formal. Mereka mempunyai peran
sebagai opinion leader.
- Legards : kelompok yang paling
belakangan menerima inovasi.
4.
Umpan balik dan bentuk-bentuknya.
Kegiatan komunikasi merupakan kegiatasn
pengiriman dan penerimaan suatu pesan, pleh sebab itu pasti kita mengenal yang
namanya repon atau umpan balik (feedback) atas pesan atau dalam bisnis, produk
yang disampaikan. Umpan balik dapat berupa tulisan, laporan, sikap, pertanyaan.
Umpan balik yang baik sebaiknya harus jujur, jelas dan khusus, deskriptif,
bukan penilaian, objektif, dan memperhatikan timming. Umpan balik ini
diperlukan agar bisa memperbaiki kesalahan atau dalam manajemen bawahan bisa
tahu apa yang diingini pimpinan dan sebaliknya.
Bentuk-bentuk umpan balik antara lain :
- External feedback : umpan
balik langsung diterima komunikator dari komunikan
- Internal feedback : Umpan
bukan dari komunikan melainkan dari komunikator itu sendiri.
- Direct feedback : umpan
balik langsung dimana komunikan menggerakan anggota badannya.
- Indirect : dalam bentuk
surat kabar , penyiar radio, dll. Dan membutuhkan waktu
- Inferential feedback :
upmpan yang diterima dalam komunikasi massa yang disimpulkan sendiri oleh
komunikator.
- Zero feedback : yaitu saat
umpan disampaikan oleh komunikator ke komunikan dan saat komunikan
memberikan umpan balik komunikator tidak paham.
- Neutral feedback : yaitu
informasi yang diterima kembali oleh komunikator tidak relevan dengan
pesan semula.
- Positif feedback : saat
umpan balik mendapat tanggapan positif dari komunikan.
- Negative feedback : saat
komunikasi yang disampaikan oleh komunikator mendapat tantangan dari
komunikan.
SUMBER : https://mynameisridwan.wordpress.com/2015/06/02/keuntungan-menjadi-motivator-komunikasi-dunia-bisnis-proses-komunikasi-dalam-perusahaan-landasan-pemikiran-komunikasi-bisnis-minggu-ke-7-8-dan-9/
www.gunadarma.ac.id
www.studentsite.ac.id
www.library.ac.id
www.baak.gunadarma.ac.id
www.vclass.gunadarma.ac.id
www.staffsite.gunadarma.ac.id
Langganan:
Postingan (Atom)